Menu Close

Teken MoU dengan LSP-POR, KONI Badung Jadi Tempat Exlusive Uji Kompetensi

Mangupura, Koni Badung-Lembaga Sertifikasi Profesi Pelatih Olahraga (LSP-POR) resmi menjalin kerjasama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Badung melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Acara berlangsung Minggu (4/10), di Kantor Sekretariat KONI Badung.

Penandatanganan MoU tersebut merupakan bentuk komitmen kedua lembaga dalam membangun sinergi yang berkelanjutan untuk mendukung pengembangan sertifikasi kompetensi khususnya dibidang pelatih olahraga dalam mendukung peningkatan mutu dan kualitas pelatih.

Direktur LSP-POR Muhamad Yudianto Arifandi mengatakan, kerjasama tersebut memberian lisensi dan fasilitasi kepada KONI Badung sebagai tempat menyelenggarakan uji kompetensi bagi para pelatih yang akan mengikuti sertifikasi profesi kepelatihan olahraga di area Bali dan sekitarnya.

“Kami berharap melalui MoU dengan KONI Badung ini, akan menjadi awal dari kemitraan jangka panjang dalam mencetak pelatih yang unggul dan kompeten di bidang olahraga. Kenapa kami pilih Badung, karena tempatnya strategis untuk daerah Bali, disamping sebagai pionir dalam penyelenggaraan uji kompetensi para pelatih olahraga di Bali,” terang Yudianto.

Sementara Ketua Umum KONI Badung I Made Sutama usai penandatanganan MoU mengatakan, apresiasi yang tinggi kepada LSP-POR karena telah mempercayakan pihaknya sebagai tempat penyelenggaraan uji kompetensi pelatih olahraga di wilayah Bali. Melalui kerjasama ini, ia berkomitmen untuk membangun sinergi dalam mendukung pengembangan kompetensi, sertifikasi profesi pelatih, serta peningkatan kapasitas pelatih olahraga di Bali. “Ini tidak hanya untuk pelatih olahraga di Badung saja, tapi untuk siapapun bisa. Kami ingin olahraga di Badung dan di Bali umumnya lebih berkembang dan berprestasi, sehingga diperlukan tenaga pelatih yang kompeten serta memiliki standar BNSP,” ujarnya.

Disinggung mengenai kegiatan sertifikasi dan uji kompetensi yang dilakukan KONI Badung untuk para pelatihnya sejak Sabtu (3/10) lalu, Made Sutama mengatakan sudah berjalan dengan lancar dan diikuti hampir seluruh pelatih dari cabang olahraga dalam naungan KONI Badung. “Sampai hari ini (Senin, 5/10/2026) masih berlangsung karena peserta terus bertambah,” ungkapnya.

Ia menerangkan, kegiatan sertifikasi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata komitmen untuk mendorong pelatih olahraga memiliki kompetensi yang terukur dan sesuai dengan standar profesi. Sertifikasi juga menjadi bagian dari upaya pengembangan profesionalisme pelatih di Badung khususnya, agar mampu menjalankan tugas secara lebih kompeten serta mampu merespon dinamika dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi/ sport science.

“Kalau diumpamakan sertifikasi ini seperti di kedokteran dokter. Mereka itu sudah sarjana S.Ked ya, tetapi belum bisa menyandang dokter. Artinya untuk dia akan melakukan praktik itu istilah masih ada izinnya. Ini ada uji kompetensi juga”, ungkapnya.

Made Sutama mengatakan awalnya KONI Badung belum terlalu memahami pentingnya sertifikasi tersebut. Setelah mendapatkan pemahaman mengenai sistem sertifikasi, pihaknya kemudian memutuskan untuk menjadikannya sebagai persyaratan bagi pelatih yang berada di bawah naungan KONI Badung

“Untuk Porprov Bali di Buleleng tahun 2027, kami wajibkan para pelatih bersertifikat BNSP,” tegas pria yang juga menjabat komisaris di BPD Bali tersebut.

Kebijakan KONI Badung tidak hanya diarahkan untuk menghadapi Porprov Bali. Sutama mengatakan sertifikasi juga akan diberlakukan bagi pelatih yang menangani kontingen Badung dalam berbagai kompetisi lainnya. “Semua event. Kejurprov, Kejurnas, atau apa,” katanya. Artinya, pelatih yang belum memenuhi persyaratan sertifikasi tidak akan dilibatkan dalam tim Badung sampai persyaratan tersebut dipenuhi.

KONI Badung juga sedang melakukan pendataan terhadap pelatih yang berada di bawah naungannya. Bagian pembinaan prestasi (Binpres) diberi wewenang melakukan penyaringan untuk memastikan pelatih yang masuk dalam tim telah memenuhi persyaratan.

Jajaran Pengurus KONI Badung bersama para asesor LSP-POR Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)

Turut hadir dalam penandatangan MoU tersebut, Sekum KONI Badung I Ketut Widia Astika, Binpres Ida Ayu Adnya Dewi, KTU Ketut Pande Khrisnayana, serta 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *