Mengwi, Koni Badung- Sebanyak 942 atlet kategori pelajar dan umum memadati GOR Mengwi, Badung, mengikuti Kejuaraan Kabaddi Terbuka Piala Bupati Badung 2026, 11-13 September 2026. Kejuaraan yang untuk pertama kalinya digelar tersebut diikuti 52 tim, termasuk tim kabaddi dari Nusa Tenggara Barat (NTB).
Tingginya antusiasme peserta membuat panitia harus membatasi jumlah tim yang ambil bagian. Bahkan, hingga batas akhir pendaftaran masih ada peserta yang berminat mengikuti kejuaraan tersebut. Ketua Panitia Pelaksana, Rega Padmawan mengatakan pembatasan dilakukan karena menyesuaikan waktu pelaksanaan. Dia menyebut antusiasme peserta menjadi salah satu hal positif dalam penyelenggaraan perdana tersebut.
“Kami batasi jumlah peserta karena keterbatasan waktu pelaksanaan. Kami berterima kasih kepada peserta yang telah ambil bagian pada kejuaraan ini,” kata Rega Padmawan, Jumat (11/9).
Koordinator Pertandingan, I Gusti Ayu Putu Martini menambahkan, pertandingan hari pertama khusus mempertandingkan kategori pelajar internal Badung. Sebanyak 10 tim SD dan 12 tim SMP ambil bagian pada nomor super five putra dan putri. Sedangkan pada hari berikutnya, giliran kategori open (umum) yang mempertandingkan 20 tim pada nomor three star dan super five putra-putri.
Peserta di antaranya Badung A, Badung B, Gianyar Team, Smansaku, Tim Buleleng, SMK Triatma Jaya Dalung, SMAN 2 Kuta Selatan, SMAN 1 Petang, Tim Denpasar Barat, Tan Bingin Oficial, AKC, NTB, Klungkung, Nation Kabaddi Community, Tim Bangli, dan Denpasar Utara Kabaddi Club.
Ketua Umum Kabaddi Badung, I Kadek Sudharma Hariawan mengatakan kejuaraan tersebut tidak hanya bertujuan menggeliatkan olahraga kabaddi di Badung, tetapi juga menjadi wadah untuk memantau potensi atlet. Dia berharap kompetisi tersebut dapat dimanfaatkan para atlet muda untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membangun mental bertanding. “Kompetisi ini menjadi wadah bagi atlet muda untuk mengasah keterampilan, sportifitas, serta semangat kolaborasi dalam suasana yang penuh energi,” ujar Sudharma Hariawan.
Kejuaraan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas pembinaan kabaddi di Badung. Dengan melibatkan atlet pelajar hingga kategori umum serta peserta dari luar Bali, persaingan diharapkan dapat memberikan gambaran kemampuan atlet dan menjadi bahan evaluasi pembinaan ke depan.
