Canggu, Koni Badung-Gelaran Piala Bupati Badung Muaythai Badung 2026 tak sekadar menjadi ajang pencarian bibit atlet berprestasi. Kejuaraan bertema “Tarung dengan Hati, Menang dengan Prestasi” tersebut sekaligus diarahkan menjadi bagian dari pengembangan sport tourism di Kabupaten Badung.
Antusiasme terhadap olahraga bela diri tersebut terlihat dari hadirnya sejumlah pengurus Muaythai Indonesia (MI) kabupaten/kota se-Bali hingga wisatawan mancanegara yang tengah beraktivitas di kawasan Canggu. Kehadiran wisatawan asing menjadi warna tersendiri dalam penyelenggaraan kejuaraan yang berlangsung selama dua hari tersebut.
Penutupan Piala Bupati Badung Muaythai 2026, Minggu (23/8), dihadiri Ketua Umum Muaythai Indonesia (MI) Provinsi Bali, Ir. I Wayan Mariana Wandhira, ST, MT, yang sekaligus menutup secara resmi turnamen. Hadir pula Wakil Ketua III KONI Badung, Drs. Wayan Sukerta, didampingi Humas KONI Badung, Dewa Putu Agus Sanjaya Putra, S.Sos., M.I.Kom.
Ketua Umum Muaythai Indonesia Kabupaten Badung Marcos Manurung didampingi Wakil sekretarisnya, Putu Bagus Bimandika Arnawa, SHmengatakan, kejuaraan tersebut menjadi bagian dari program KONI Badung dalam melakukan penjaringan sekaligus pematangan atlet sebagai persiapan menuju Porprov Bali 2027.
“Jumlah atlet yang dipertandingkan sebanyak 58 atlet dengan sekitar 26 partai pada hari ini, sementara kemarin ada 15 partai,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah atlet bahkan mendapat kesempatan bertanding lebih dari satu kali. Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kuota sekaligus memberikan pengalaman bertanding kepada atlet yang diproyeksikan memperkuat Badung pada ajang Porprov Bali 2027.
“Ini sekaligus menjadi ajang tryout internal bagi atlet-atlet Badung. Harapan kami, hasil kejuaraan ini benar-benar menghasilkan atlet terbaik untuk dipersiapkan menuju Porprov 2027,” katanya.
Selain pembinaan prestasi, kejuaraan tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan sport tourism Badung. Muaythai merupakan salah satu cabang olahraga yang memiliki basis penggemar cukup luas di kalangan wisatawan mancanegara.
Ketua Umum MI Provinsi Bali, I Wayan Mariana Wandhira, mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Menurutnya, semakin banyak kompetisi akan semakin memperkaya jam terbang atlet, sekaligus mengasah kemampuan teknik dan taktik.
“Jam terbang menjadi yang paling utama dalam kegiatan seperti ini. Atlet harus mampu menguasai medan dan menguasai diri, kapan menyerang, kapan bertahan, kapan melakukan hindaran maupun belaan,” jelasnya.
Ia berharap kabupaten/kota di Bali semakin aktif menggelar kompetisi serupa. Dengan semakin banyak event, atlet akan semakin terbiasa menghadapi atmosfer pertandingan dan mampu mengukur kemampuan sebelum tampil pada kompetisi dengan level yang lebih tinggi.
Sementara itu, Wakil Ketua KONI Badung, Wayan Sukerta, menyampaikan apresiasi kepada MI Badung yang telah menyelenggarakan kejuaraan tersebut dengan aman dan lancar.
Menurutnya, dukungan terhadap penyelenggaraan event olahraga tidak hanya berasal dari KONI Badung, tetapi juga masyarakat sekitar. Partisipasi masyarakat Canggu dinilai turut memperkuat keberhasilan kegiatan.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan masyarakat Canggu sehingga kegiatan ini bisa berjalan sukses, aman dan lancar,” ujarnya.
Sukerta juga menyoroti sportivitas para atlet selama pertandingan. Ia mengaku bangga melihat para atlet tetap menjunjung tinggi persaudaraan meski bertarung di atas ring.
“Setelah pertandingan, para atlet tetap berkumpul dan tidak ada yang bermusuhan. Ini yang sangat kami banggakan,” katanya.
Ke depan, Piala Bupati Badung Muaythai diharapkan tidak hanya menjadi agenda pembinaan atlet, tetapi berkembang sebagai event olahraga yang mampu menarik perhatian wisatawan. Perpaduan antara kompetisi, destinasi wisata, dan atmosfer olahraga dinilai dapat memperkuat posisi Badung sebagai salah satu destinasi sport tourism di Bali. (*DS)
