Menu Close

Badung Raih 12 Medali di Kejurnas dan Indonesia Open 2026

Mangupura, Koni Badung-Kontingen dancesport Kabupaten Badung menunjukkan performa kompetitif pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan Indonesia Open 2026 yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (15/8). Meski belum berhasil menyumbangkan medali emas pada nomor Kejurnas, atlet Badung mampu mengamankan tiga medali perak dan empat perunggu.

Sementara pada ajang Indonesia Open 2026, Badung tampil lebih gemilang dengan meraih tiga medali emas dan dua perak.

Ketua Umum IODI Kabupaten Badung, Anak Agung Yuyun Hanura Eny, yang dihubungi Minggu (16/8), menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, official dan tim yang telah berjuang membawa nama Badung.

“Terima kasih untuk semua tim, atlet dan official yang sudah berjuang. Walaupun harapan untuk meraih emas di Kejurnas belum berhasil, ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk lebih giat lagi berlatih,” ujar Yuyun.

Menurutnya, hasil yang diraih atlet Badung tetap patut disyukuri. Selain menunjukkan semangat bertanding yang tinggi, mental para atlet dinilai semakin matang ketika menghadapi persaingan di tingkat nasional.

“Yang patut kita syukuri, atlet kita sangat bersemangat dan mental bertandingnya sudah bagus. Kalau dibandingkan dengan perolehan juara antarkabupaten se-Bali, capaian Badung cukup baik. Apalagi, dari Bali hanya ada satu medali emas di Kejurnas yang diraih Gianyar,” katanya.

Yuyun menjelaskan, persaingan pada Kejurnas tahun ini berlangsung lebih ketat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Banyak atlet senior dan atlet PON turut ambil bagian sebagai bagian dari persiapan menghadapi Babak Kualifikasi PON (BK PON).

“Kejurnas kali ini berbeda dengan sebelumnya. Pesertanya sangat banyak dan atlet-atlet PON senior juga turun semua karena sedang melakukan persiapan menuju BK PON. Jadi, persaingannya memang sangat ketat,” jelasnya.

Pada Kejurnas 2026, Badung meraih tiga medali perak melalui Ni Made Devita Ari Maharani dan I Made Deva Prasetya Negara pada kategori Rising Star Latin, Komang Nacha Arya Maheswari dan Agung Istri Pradnya Wiraningdih pada kategori Sinkron ChaCha Samba, serta I Nyoman Surya Rama Aditya dan A.A. Nisma Rianada pada kategori Pre Amateur Standard.

Sedangkan empat medali perunggu diraih melalui pasangan dan atlet pada kategori Pre Amateur Latin, Sinkron Waltz-Tango, Beginner Waltz, serta Rising Star Standard.

Adapun pada Indonesia Open 2026, Badung berhasil mengoleksi tiga emas dan dua perak. Salah satu emas diraih Ni Luh Putu Intan Prameswari dan Ni Putu Budi Rahayu pada kategori Synchronize Waltz-Quick Step.

Secara keseluruhan, persaingan kontingen Bali pada Kejurnas cukup ketat. Gianyar menjadi satu-satunya daerah Bali yang berhasil meraih emas pada Kejurnas, sementara Badung, Tabanan dan Karangasem sama-sama menyumbangkan medali perak.

Yuyun menegaskan, hasil tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan.

“Untuk atlet-atlet Badung, jangan berkecil hati. Prestasi hari ini bukan akhir. Jadikan hasil ini sebagai motivasi untuk berlatih lebih keras, lebih disiplin dan lebih percaya diri. Kami bangga dengan perjuangan kalian. Terus semangat, karena masih banyak kesempatan untuk membuktikan kemampuan dan membawa nama Badung lebih tinggi lagi,” tegasnya.

Ia berharap para atlet tetap menjaga semangat dan konsistensi latihan sehingga capaian pada Indonesia Open dapat menjadi modal penting menghadapi kompetisi  di Porprov Bali mendatang.(*DS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *