Negara, Koni Badung- Ketua Umum KONI Bali yang juga Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta dalam acara Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus KONI Jembrana, Sabtu (23/5), di Ballroom Gedung Kesenian Ir. Soekarno menyampaikan, persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027 di Buleleng sudah mulai dipersiapkan. Hal yang penting menurutnya, sebelum dimulainya Porprov, semua regulasi (THB), sudah harus tersedia. “Maka, sembilan bulan sebelum pelaksanaan Porprov, kami di KONI Bali sudah akan mengeluarkan regulasi. Regulasi tersebut akan dipedomani sesuai dengan yang ada di Pusat, dan tidak akan ada adendum!” tegasnya.
Ia berharap, jangan sampai satu bulan sebelum berlangsungnya Porprov, panitia melakukan perubahan dan penambahan (adendum) terhadap regulasi pertandingan. Tujuannya supaya betul-betul selektif dan sustainable dalam pembinaan atlet. Selain pembenahan regulasi, pihaknya meminta kabupaten/kota untuk melakukan inventarisasi data atlet secara menyeluruh.
“Ada pepatah mengatakan, memang susah ketika kita berbicara tentang data, tetapi lebih fatal lagi ketika kita berbicara tanpa data,” kata Giri Prasta.
Ia menambahkan, jaminan dan perhatian khusus wajib diberikan kepada para atlet yang telah mengharumkan nama daerah lewat raihan medali di tingkat PON, SEA Games, Asian Games, hingga level internasional. Sementara untuk cabor yang belum mendulang medali, akan didorong dan digenjot secara selektif.
Disamping masalah pembinaan atlet, Giri Prasta juga menyoroti pentingnya ketersediaan venue olahraga sebagai salah satu faktor penunjang prestasi. Pihaknya berkomitmen untuk menyediakan venue yang representatif. “Saya memahami, tidak akan pernah bisa memajukan olahraga tanpa ada venue yang representatif, tentu nanti akan kami koordinasi dengan para Ketua KONI Kabupaten. Salah satu misalkan contoh GOR, Itu yang sudah lama tidak direnovasi, atau kita buat indoor yang bagus,” imbuhnya Giri Prasta.
Giri Prasta mencontohkan, di Buleleng sudah ada kerjasama dengan Ajik Krisna, ada lahan milik Provinsi seluas 5 hektar untuk dikerjasamakan pembangunan fasilitas olahraga. Ia juga membuka peluang untuk menggunakan aset milik pemerintah Provinsi Bali yang nantinya dapat digunakan untuk venues dan tempat berlatih atlet-atlet lainnya.
Untuk renovasi beberapa fasilitas olahraga di Badung, Bangli dan Karangasem sudah mulai dilakukan. Penyediaan fasilitas bertaraf nasional tersebut sangat pentig, sebab Bali berencana akan mengajukan diri menjadi tuan rumah pada PON tahun 2034, usai gelaran PON NTB/NTT tahun 2028, dan pelaksanaan PON Banten dan Lampung tahun 2031.
Sementara itu, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) secara resmi kembali memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jembrana masa bakti 2026-2030 setelah terpilih secara aklamasi.
Wakil Bupati Jembrana sekaligus Ketua Umum KONI Jembrana terpilih, I Gede Ngurah Patriana Krisna, menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi momentum awal tanggung jawab besar untuk mendongkrak prestasi atlet Jembrana, baik di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. Fokus utama kepengurusan periode ini adalah meningkatkan target pembinaan usia dini dan pencapaian prestasi pada ajang bergengsi seperti Porprov Bali dan PON.
“Kami punya prinsip bahwa tidak ada atlet yang hebat dari lahir, yang ada adalah atlet yang terlatih. Di sinilah peran besar pengurus cabang olahraga dan KONI sebagai pembina untuk menghadirkan sarana prasarana serta pembinaan yang matang di setiap level,” ujar putra dari mantan Bupati Jembrana, I Gede Winasa tersebut.
Ipat juga mengajak seluruh elemen, mulai dari KONI, pemerintah daerah, hingga pengurus cabang olahraga (cabor) di Jembrana untuk menjaga sinergitas, bekerja secara solid, transparan, dan berdedikasi tinggi demi kemajuan olahraga di Bumi Makepung. (WR).
