Menu Close

Bali Siap Jadi Tuan Rumah Dua Kejuaraan Renang Perairan Terbuka Internasional Juni 2026

Denpasar, Koni Badung- Pulau Dewata, Bali, tengah bersiap menjadi lokasi penyelenggaraan dua kejuaraan renang perairan terbuka berskala internasional yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mendatang. Ajang olahraga besar ini diharapkan dapat menjadi momentum penting untuk meningkatkan sektor sport tourism di Indonesia, khususnya di Bali.

Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) Pusat bersama dengan kepengurusan PB AI Provinsi Bali telah melakukan kunjungan resmi dan audiensi dengan Gubernur Bali, Wayan Koster. Pertemuan penting ini terlaksana di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, pada hari Rabu, 20 Mei 2026.

Agenda pertemuan tersebut secara spesifik membahas seluruh persiapan yang telah dilakukan Bali sebagai lokasi terpilih untuk menggelar dua kompetisi renang perairan terbuka internasional. Dua ajang yang dimaksud adalah Open Water Swimming Series dan 12th Asian Open Water Swimming Championships 2026.

Kedua kompetisi internasional tersebut direncanakan akan dilaksanakan secara berurutan pada rentang waktu 13 hingga 15 Juni 2026. Seluruh rangkaian pertandingan utama dari kedua kejuaraan ini akan dipusatkan di area Pantai Jimbaran, yang berlokasi di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Ketua Harian PB AI, Harlin E Rahardjo, menyampaikan hasil pertemuan bahwa Gubernur Bali telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kejuaraan internasional yang akan diselenggarakan di Pulau Dewata.

“Beliau (Gubernur Koster) sangat mendukung kejuaraan ini, dan juga berpesan bahwa event ini harus dijadikan momentum untuk meningkatkan sport tourism di Bali,” kata Harlin E Rahardjo.

Selain ajang internasional di Bali, agenda akuatik nasional juga akan digelar, yakni Indonesia Short Course Emerging Series 2026 di Stadion Akuatik GBK pada 4-6 Juni 2026. Kompetisi tingkat nasional ini bertujuan memperkuat pembinaan renang melalui kejuaraan lintasan pendek berstandar internasional bagi atlet muda.

Harlin E Rahardjo memperkirakan bahwa kompetisi di Bali akan mampu menarik minat peserta dari belasan negara, dengan proyeksi kehadiran ratusan atlet yang akan bertanding.

“Apalagi peserta dari kejuaraan ini mencapai lebih dari 17 negara. Jadi ada sekitar 300-400 orang yang akan ikut belum lagi ofisial dan juga keluarganya,” imbuhnya.

Besarnya partisipasi dari mancanegara dinilai menjadi kesempatan emas bagi Bali untuk memperkokoh sektor pariwisata daerah. Ajang ini juga dipersiapkan sebagai media efektif untuk memperkenalkan kebudayaan lokal kepada audiens global.

Panitia penyelenggara telah merencanakan penampilan beragam kesenian tradisional khas Bali yang akan disuguhkan sepanjang periode kejuaraan berlangsung. Selain itu, sektor UMKM lokal juga akan diberikan ruang khusus untuk memamerkan dan menjual produk kerajinan serta oleh-oleh khas Bali.

“Jadi nanti selain dari event olahraga ada juga disuguhkan kesenian-kesenian khas Bali. Kemudian juga nanti kita harapkan mereka bisa berbelanja oleh-oleh khas Bali,” jelas Harlin E Rahardjo.

Ketua PB AI Provinsi Bali, Komang Takuaki Banuartha, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang mengarahkan para peserta untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata unggulan yang ada di Bali.

“Jadi kita akan mengarahkan mereka juga selain berlomba tapi juga menikmati makanan, menikmati keindahan alam dan keindahan wisata, tempat-tempat wisata. Dan juga tidak lupa mereka bisa beli oleh-oleh di Bali. Mudah-mudahan dengan dukungan bapak Gubernur ini bisa sukses event-nya dan lancar semuanya,” ungkap Komang Takuaki Banuartha.

Komang Takuaki Banuartha memaparkan bahwa kejuaraan internasional ini merupakan agenda rutin tahunan yang diadakan secara bergilir di berbagai negara. Untuk tahun ini, Asian Akuatik memberikan kepercayaan penuh kepada Indonesia sebagai pelaksana utama.

“Ini memang suatu kehormatan dan ini salah satu yang terbesar dari kepesertaan karena mungkin dari daya tarik Bali ini,” ujarnya.

Kepesertaan dalam ajang ini tidak hanya terbatas pada atlet dari kawasan Asia saja, tetapi juga menjangkau perenang dari Australia dan warga negara asing yang saat ini berdomisili di Bali.

“Nanti akan ada dari Australia kali. Jadi yang dekat Australia ada, terus ada orang-orang asing yang sedang tinggal di Bali juga akan ikut. Jadi akan banyak, terutama negara-negara tetangga itu banyak yang ikut,” jelas Komang Takuaki Banuartha.

Penyelenggaraan Asian Open Water Swimming Championships di Bali kali ini menandai kembalinya kompetisi jenis ini setelah sekian lama absen dari Pulau Dewata.

“Kalau kejuaraan Asian ini mungkin yang kedua karena yang pertama 2008 udah lama sekali. Kalau Asia Tenggara kita pernah bikin dua tahun lalu tapi lebih kecil, kalau ini lebih besar,” tutur Komang Takuaki Banuartha.

Penyelenggaraan besar ini diharapkan mampu memberikan dampak positif langsung pada perputaran ekonomi masyarakat lokal, pengelolaan pariwisata, serta pengembangan sektor UMKM secara menyeluruh.

“Harapannya semoga event ini bisa memberikan dampak kepada masyarakat Bali. Tidak hanya tadi di dalam bidang olahraga tapi juga di dalam bidang pariwisata, UMKM dan bisa menggerakkan ekonomi Bali juga. Dan mudah-mudahan memberikan kesan positif terhadap Indonesia, khususnya Bali kepada para peserta ini yang juga wisatawan,” harapnya. (Bola.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *