Menu Close

Ketua KONI Denpasar: Pelaksanaan Porprov Bali 2025 Perlu Dievaluasi Menyeluruh

Mangupura,Koni Badung-Meski belum berhasil menjadi jawara di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI/2025 yang berlangsung 9 – 17 September. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Denpasar tetap mengapresiasi atas usaha dan kerja keras seluruh atlet dan official yang sudah memberikan prestasi terbaik untuk kontingen Denpasar. Ada beberapa catatan yang menjadi perhatian dan segera dievaluasi, sehingga ke depannya bisa melaksanakan event dengan fair play.

Ketua KONI Denpasar, Putu Yudiatmika menuturkan kalau pihaknya tetap mensyukuri atas capaian yang diraih oleh para atlet di Porprov Bali 2025 ini. Kontingen Denpasar meraih 488 medali dengan rincian 176 emas, 153 perak dan 159 perunggu. 

Dengan raihan itu, menghantarkan kontingen Denpasar berada di peringkat ke dua klasmen setelah Badung. “Kita apresiasi perjuangan atlet – atlet kita selama pelaksanaan Porprov Bali kali ini. Capaian ini harus kita syukuri dan terus berusaha menjadi yang terbaik ke depannya,” ungkapnya, Kamis (18/9).

Dengan rampungnya Porprov Bali, pihaknya tentu memiliki catatan yang harus diperbaiki atau dibenahi di semua lini agar tidak terulang di masa yang akan datang. Perbaikan itu meliputi mekanisme, sistem serta sportivitas pertandingan di cabor yang terlibat. Karena, Yudiatmika menilai tujuan utama dari Porprov Bali adalah menjaring atlet-atlet potensial dari seluruh daerah menuju PON.

“Itu saja yang ditekankan. Porprov Bali 2027 di Singaraja, sportivitas itu di junjung tinggi,” sebut Yudiatmika.

Dia juga tidak memungkiri kalau sisi Denpasar, ada beberapa cabor yang perlu dinaikkan lagi peformanya. Namun, yang harus digaris bawahi, perbaikan mekanisme di internal cabor secara menyeluruh, karena ada beberapa cabor yang mendominasi di satu kabupaten saja, termasuk dengan pola yang tidak sportif.

“Bukan kami membela. Tapi inilah kenyataanya. Kami tetap berbenah di internal kami. Tapi, sistem dan mekanisme juga jangan lupa, karena ini untuk kebaikan Bali ke depannya,” tegas Yudiatmika

Salah satu cabor yang menjadi atensinya adalah Catur. Yang mana, selama penyelenggaraan Porprov Bali menggunakan nilai, tapi seharusnya ditetapkan dengan bagan yang jelas. Sehingga bagan itu bagian dari pertandingan dan menunjukkan siapa yang terbaik dan akan keluar hasilnya seperti di Sepak Bola yang terbuka secara umum. 

“Akhirnya master kita terbuka dan tidak omon-omon saja. Kasihan master kita di Kabupaten/kota se Bali yang tidak mengerti. Ya, akhirnya terkebiri dengan mekanisme dan sistem itu,” pungkasnya. (7dar-NB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *