Menu Close

Bintang Baru Dancesport Bali, Devita Taklukkan Tiga Kategori Sekaligus

Denpasar, Koni Badung- Senyum bahagia tak bisa disembunyikan dari wajah Ni Made Devita Ari Maharani. Atlet dancesport asal Kabupaten Badung yang masih berusia 16 tahun ini tampil gemilang pada Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2026 dengan menyabet tiga medali emas dari tiga kategori yang diikutinya.

Siswi kelas XI SMKS Wira Harapan tersebut sukses menjadi salah satu bintang Dancesport Badung setelah keluar sebagai juara pada kategori Solo Jive SMA, FFA Chacha SMA, dan FFA Jive SMA.

Bagi Devita, pencapaian tersebut bukan sekadar deretan medali, melainkan hasil dari perjalanan panjang yang penuh disiplin, pengorbanan, dan kerja keras selama berlatih.

“Saya sangat senang dan bersyukur karena hasil ini merupakan buah dari kerja keras, latihan, dan dukungan banyak pihak. Meraih tiga medali emas tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” ujarnya.

Meski berhasil menyapu bersih seluruh nomor yang diikuti, Devita mengaku tidak ada kategori yang benar-benar mudah. Menurutnya, setiap nomor memiliki tingkat kesulitan dan tantangan yang berbeda.

“Ketiga kategori sama-sama menantang. Saya harus menjaga fokus, stamina, dan performa agar bisa memberikan penampilan terbaik di setiap kategori,” katanya.

Konsistensi menjadi kunci utama keberhasilannya. Ia menegaskan bahwa disiplin latihan, fokus terhadap target, dan rasa percaya diri saat bertanding menjadi modal penting untuk meraih hasil maksimal.

Sebagai atlet yang harus tampil di beberapa nomor sekaligus, Devita juga dituntut mampu menjaga kondisi fisik dan mental. Ia mengaku menerapkan pola istirahat yang cukup, menjaga asupan makanan, serta berusaha tetap tenang sebelum bertanding.

“Tentu ada rasa gugup, terutama sebelum tampil. Tapi saya berusaha mengubah rasa gugup itu menjadi semangat untuk memberikan penampilan terbaik,” ungkapnya.

Di balik keberhasilan tersebut, Devita menaruh penghargaan besar kepada para pelatih yang selama ini membimbingnya. Menurutnya, peran pelatih sangat menentukan, mulai dari menyusun strategi, memperbaiki teknik, hingga memberikan motivasi selama masa persiapan dan pertandingan.

Tak hanya itu, ia juga menyebut orang tua sebagai sosok yang paling berjasa dalam perjalanan prestasinya. Bahkan saat namanya diumumkan sebagai juara, orang pertama yang terlintas dalam pikirannya adalah kedua orang tuanya yang selalu memberikan dukungan tanpa henti.

“Orang tua, pelatih, dan tim adalah orang-orang yang paling berjasa dalam keberhasilan ini,” tuturnya.

Di balik tiga medali emas yang kini menghiasi lemari prestasinya, tersimpan pengorbanan yang tidak sedikit. Devita harus mengurangi waktu bermain dan beristirahat demi menjalani latihan secara rutin menjelang Porjar Bali.

Namun seluruh pengorbanan itu kini terbayar lunas. Tiga medali emas yang diraih menjadi bukti bahwa proses panjang yang dijalaninya tidak sia-sia.

“Tiga medali emas ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan pengorbanan selama latihan tidak sia-sia,” katanya.

Keberhasilan di Porjar Bali 2026 tidak membuat Devita cepat puas. Atlet muda berbakat ini justru semakin termotivasi untuk menembus level yang lebih tinggi. Ia berharap dapat mengikuti kejuaraan tingkat nasional bahkan internasional di masa mendatang.

“Pencapaian ini menjadi motivasi bagi saya untuk mengejar target yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Kepada atlet-atlet muda yang baru menekuni dancesport, Devita berpesan agar tidak mudah menyerah dalam menjalani proses latihan.

“Tetap semangat berlatih, jangan mudah menyerah, dan percaya pada proses karena setiap usaha akan membuahkan hasil,” pesannya.

Bagi Devita, perjalanan meraih tiga medali emas di Porjar Bali 2026 dapat dirangkum dalam satu kalimat sederhana namun penuh makna: “Kerja keras, disiplin, dan doa mengantarkan saya meraih tiga medali emas.”

Prestasi yang diraih Devita sekaligus menjadi bukti keberhasilan pembinaan Dancesport Badung dalam melahirkan atlet-atlet muda berprestasi. Menurutnya, semangat berlatih yang tinggi serta dukungan dari orang tua, pelatih, teman-teman, dan lingkungan yang positif menjadi faktor penting yang terus mendorong lahirnya atlet-atlet potensial di Kabupaten Badung. (*DS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *