Menu Close

KONI Badung Siapkan Pelatih Berbasis Sport Science

Kuta, Koni Badung- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Badung menegaskan bahwa peningkatan prestasi olahraga tidak cukup hanya mengandalkan bakat atlet, tetapi harus dimulai dari peningkatan kualitas pelatih. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Training of Trainers (TOT) bagi pelatih cabang olahraga yang digelar pada Jumat (3/7/2026) di Swiss-Bellhotel Rainforest, Sunset Road, Kuta.

Pelatihan yang diikuti 114 pelatih dari 57 cabang olahraga ini menjadi bagian dari strategi KONI Badung membangun sumber daya manusia olahraga berbasis ilmu pengetahuan (sport science) guna menjaga dominasi prestasi olahraga Badung di Bali.

Ketua KONI Kabupaten Badung, I Made Sutama, menegaskan bahwa atlet berprestasi lahir dari proses pembinaan yang berkualitas, sementara kualitas pembinaan sangat bergantung pada kompetensi pelatih.

“Dalam pembinaan prestasi, atlet yang lahir dan berprestasi lahir dari pembinaan yang baik. Proses pembinaan yang baik sangat ditentukan oleh kualitas pelatih. Karena itu TOT ini dilaksanakan untuk membangun sumber daya manusia olahraga Kabupaten Badung,” tegas Sutama.

Ia berharap pelatihan tersebut mampu melahirkan pelatih yang mampu menerapkan metode kepelatihan modern berbasis ilmu pengetahuan sehingga prestasi olahraga Badung tetap menjadi tolok ukur di Provinsi Bali.

“Badung sudah menjadi barometer olahraga di Bali. Ke depan kami ingin prestasi itu terus dipertahankan melalui pembinaan yang terukur, berkelanjutan, dan didukung sport science. Ilmu yang diperoleh peserta jangan disimpan sendiri, tetapi harus ditularkan kepada pelatih lainnya,” ujarnya.

Ketua Panitia, Ketut Widia Astika, menjelaskan TOT diselenggarakan sebagai implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, AD/ART KONI, serta Program Kerja KONI Badung Tahun 2026.

Menurutnya, tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan wawasan, kemampuan teknis, dan kompetensi para pelatih agar mampu menghasilkan atlet yang semakin kompetitif.

“Kami menghadirkan instruktur berpengalaman dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dengan materi yang disusun secara komprehensif, mulai dari high performance training, periodisasi latihan modern, tes dan pengukuran fisik, psikologi olahraga, penyusunan program latihan berbasis kebutuhan cabang olahraga, hingga monitoring dan evaluasi kinerja pelatih,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Badung, I Gusti Made Dwipayana, menekankan bahwa pelatih tidak hanya bertugas meningkatkan kemampuan teknis atlet, tetapi juga membentuk karakter dan sportivitas sejak usia dini.

Ia mengingatkan agar pelatih tidak mengajarkan praktik-praktik yang mencederai nilai kejujuran dalam pertandingan.

“Kita di Badung tidak perlu berbuat curang. Kita harus sportif. Kalah ya kalah, menang ya menang. Jangan rusak mental atlet sejak kecil dengan mengajarkan hal-hal yang tidak benar. Kalau pelatihnya baik, memberikan arahan yang benar, atlet pasti akan menjadi atlet yang baik dan berprestasi,” tegas Dwipayana.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi teori sekaligus workshop penyusunan program latihan berdasarkan kelompok cabang olahraga, mulai dari olahraga permainan, bela diri, akurasi hingga cabang perlombaan. Melalui pelatihan ini, KONI Badung berharap kualitas pelatih meningkat sehingga sistem pembinaan atlet semakin kuat dan berkelanjutan menuju prestasi yang lebih tinggi. (*DS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *