Denpasar, Koni Badung- Usai ditetapkan sebagai Ketua Umum KONI terpilih, I Nyoman Giri Prasta, mulai menyiapkan pembentukan kepengurusan KONI Bali periode 2026–2030 dengan melibatkan sejumlah unsur, termasuk KONI kabupaten/kota dan pengurus cabang olahraga.
KONI Badung ditunjuk sebagai bagian dari tim formatur untuk membantu penyusunan struktur pengurus baru. Sesuai tata tertib, penyusunan kepengurusan KONI Bali diberikan waktu maksimal 30 hari.
Dalam wawancara yang berlangsung di RRI Denpasar, Jumat (27/3), Ketua Umum KONI Badung I Made Sutama memberi bocoran, ketua terpilih tidak akan membuat ketua harian. Nyoman Giri Prasta akan secara langsung turun tangan untuk memimpin KONI Bali empat tahun depan.
“Bapak Wagub sudah memberi sinyal bahwa Beliau tidak akan membuat ketua harian, Beliau akan secara langsung akan memimpin KONI Bali, dengan dibantu wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan pengurus harian,” ungkap Made Sutama yang merupakan salah satu anggota tim formatur.
Diharapkan, peran wakil ketua nantinya menjadi kepanjangan tangan dari Ketua Umum dalam menjalankan roda organisasi, mengingat kesibukan dari ketua umum yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur.
Adapun kriteria calon kabinet menurutnya haruslah memiliki kemampuan dalam memimpin, pengetahuan olahraga, kemampuan komunikasi baik lokal, nasional, maupun internasional, berintegritas, selaras dengan visi & misi ketua umum.
Lebih lanjut menurut Sutama, seyogyanya seperempat dari kepengurusan lama tetap diakomodir dalam kepengurusan yang baru. Hal ini untuk menjadi jembatan informasi bagi kepengurusan yang baru.
Sedangkan mengenai nama-nama yang pantas mengisi kabinet KONI Bali, sepenuhnya menjadi kewenangan ketua umum terpilih.
“Kami di tim formatur dari KONI Badung, KONI Buleleng, Kabaddi (FOKSI), dan IPSI (Pencak Silat) sebatas memberikan kriteria dan tidak merekomendasikan nama. Yang penting selaras dengan visi misi ketua umum dan berintegritas, siap berprestasi dan memajukan olahraga di Bali” pungkas Made Sutama.
Sementara menurut mantan Ketum KONI Bali dua periode I Ketut Suandi, pemilihan personel pengurus di KONI Bali tidak ada dikotomi dalam masalah umur, tua ataupun muda. Terpenting mereka memiliki kemampuan dan integritas, serta mau menyumbangkan kemampuannya untuk kepentingan olahraga.
Baik Made Sutama maupun Ketut Suwandi, sama-sama sepakat untuk menghindari adanya conflict of interest, personel kepengurusan KONI di kabupaten/kota tidak masuk dalam jajaran kabinet pengurus KONI Bali periode 2026-2030.

