Mangupura, Koni Badung- Ketua Umum PB Ball Badminton Seluruh Indonesia (BBSI), Joe Aplinanda hadir melakukan silaturahmi dan sosialisasi cabang olahraga (cabor) tradisional baru asal India, Ball Badminton, Jumat (13/2) di Kantor KONI Badung.
Kehadiran Joe Aplinanda di KONI Badung tersebut tergolong istimewa karena ditemani langsung oleh Sekjen Ball Badminton Federation of India (BBFI), Mr. Y. Raja Rao dan President of Ball Badminton ASEAN, Ravichanden Raman.
Dalam penjelasannya, Aplinanda memberikan gambaran umum seperti apa cabor Ball Badminton dihadapan Ketua Umum KONI Badung Made Sutama bersama jajaran pengurus lainnya.
Sementara itu, Ravichanden Raman asal Malaysia, telah melakukan sosialisasi untuk pertama kalinya di Kota Padang, menjadi tonggak awal pengenalan olahraga raket asal India itu di Tanah Air.
Presiden Ball Badminton ASEAN tersebut menyebut Indonesia sebagai negara strategis dalam pengembangan Ball Badminton di Asia.
“Indonesia adalah negara besar dengan budaya olahraga yang kuat. Kami melihat potensi luar biasa di sini. Sosialisasi di Bali ini menjadi langkah kedua usai dari Padang,” ujar Ravichanden Raman.
Ia menjelaskan, Indonesia menjadi negara ketiga di kawasan ASEAN yang masuk dalam program pengembangan Ball Badminton Asia setelah Malaysia dan Thailand.
“ASEAN adalah fokus kami. Indonesia adalah bagian penting dari peta pengembangan ball badminton Asia ke depan,” katanya.
Kehadiran PB BBSI di Bali menjadi lebih spesial lagi, karena akan hadir sebanyak 44 orang atlet, pelatih dan official langsung dari India ke Bali untuk menggelar coaching clinic pada hari Minggu (15/2), bertempat di aula sebuah perguruan tinggi swasta di Denpasar. Dalam kegiatan tersebut akan dipertandingkan secara langsung bagaimana olahraga Ball Badminton.
Sebagai bentuk dukungan konkret untuk Bali, BBFI akan menyediakan tenaga pelatih serta menyerahkan peralatan pertandingan seperti raket, net, dan ball badminton untuk dipakai dan mengembangkan cabor ini di Bali kedepannya.
Sementara itu Ketum Made Sutama menyambut baik kegiatan sosialisasi yang dilakukan PB BBSI di KONI Badung. Menurutnya saat ini KONI Badung mewadahi sebanyak 55 cabang olahraga, serta terbuka untuk pengembangan cabor baru lainnya.
“Kami pada dasarnya menerima cabor baru untuk bergabung, tetapi kami tidak bisa sendiri, harus diikuti kabupaten/kota lainnya,” ujarnya.
Ia berharap agar PB benar-benar aktif dalam mengembangkan dengan melakukan sosialisasi Ball Badminton ke seluruh provinsi dan kabupaten/kota, sehingga kepengurusan cepat terbentuk dan bisa menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan dalam event-event nasional maupun regional.
Ia mencontohkan Kabaddi, cabor asal India lainnya yang sudah sukses dan poluler di Indonesia dan di Asia. Mampu menjadi salah satu cabor andalan Badung dalam setiap ajang Porprov. Bahkan dalam SEA Games Thailand lalu sukses menyumbang medali emas bagi kontingen Indonesia.
Hadir mendampingi Ketum Sutama sore itu, Sekum Widia Astika, Waka II Made Widiana, Waka III Wayan Sukerta, Bendahara AA Rahmadi, Binpres Adnya Dewi dan Kadek Sudharma, Humas Made Wardiyasa, sedangkan bidang Kerjasama Dalam & Luar Negeri hadir lengkap Wayan Suwitra, Rai Suwita, dan Wayan Suardika.
Ball Badminton adalah olahraga tepuk raket tradisional India yang mirip dengan bulutangkis. Dimainkan single, ganda, atau lima orang. Menggunakan raket dan bola khusus dalam lapangan ukuran 12×24 meter. Dalam satu set, nilai yang harus dicapai adalah 35 poin.
Permainan ini menuntut keterampilan, refleks cepat, penilaian yang baik, kelincahan, dan kemampuan untuk mengontrol bola dengan pergelangan tangan.
