Mangupura-KONI Badung.-Kepengurusan Modern Pentathlon Indonesia (MPI) Bali mengunjungi KONI Badung dalam rangka audensi cabang olahraga MPI, sekaligus memperkenalkan pengurus provinsi yang sudah terbentuk di Bali.
Kedatangan pengurus MPI Bali yang dipimpin langsung Ketua Umumnya, Letkol Kal Henry Christian Hutagaol, didampingi beberapa pengurus lainnya, Indra Sukmana, Ngurah Ravindra, dan Ketut Pirman, diterima di kantor KONI Badung, Selasa (12/8).
Menurut Henry Hutagaol, olahraga MPI merupakan cabang olahraga yang terdiri dari lima nomor lomba, yakni Fencing (Anggar), Swimming (Renang), Obstacle Course Racing (ORC / Rintangan), Shoting (Menembak Laser), Running (Lari Jarak Menengah). Sebagai cabor yang baru berkembang, MPI diharapkan bisa menjadi salah satu cabang olahraga unggulan ke depan.
Dia menambahkan, kepengurusan Modern Pentathlon Indonesia (MPI) Provinsi Bali periode 2024-2028, telah secara resmi dilantik dan dikukuhkan sang Ketua Umum, Marsda. Purwoko Aji Prabowo di Hotel Patra Resort, Badung, Bali, bulan April yang lalu.
Menurut pria yang bertugas di Lanud I Gusti Ngurah Rai ini, MPI sudah terbentuk di 12 provinsi termasuk di Pengprov Bali. Khusus untuk di Bali, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan pembentukan kepengurusan di masing-masing kabupaten/kota, sebagai syarat bisa didaftarkan sebagai cabor anggota KONI.
Plt. KONI Badung, Ketut Wiidia Astika, yang siang tersebut didampingi Sekum I Made Sutama, menyambut dengan baik keberadaan cabor baru, dan apresiasi atas sudah terbentuknya kepengurusan MPI Bali.
“Pada prinsipnya, kami di KONI Badung sangat welcome terhadap kehadiran cabor baru, yang ingin bergabung dengan KONI Badung. Yang penting telah memenuhi kriteria yang ada, seperti kepengurusan di kabupaten sesuai AD/ART, serta aktif berkegiatan.” ujar Widia Astika.
“Setelah terbentuk di beberapa provinsi termasuk Bali, tantangan untuk membentuk kepengurusan di masing-masing kabupaten/kota. Ini akan menjadi suatu hal yang cukup menantang,” pesan Widia Astika.
Hal senada diungkapkan oleh Made Sutama. Menurutnya, sambil memberi contoh, ada beberapa cabor baru yang terbentuk di provinsi, namun tidak terbentuk di kabupaten/kota. Sehingga tidak bisa ikut ambil bagian pada ajang seperti Porprov. Ini sangat disayangkan, karena KONI Badung selalu bersemangat dalam setiap ada cabor baru didaftarkan di provinsi, kepengurusan di Badung selalu terbentuk. Sedangkan kepengurusan kabupaten lain belum ada.
“Seperti cabor koftball, arung jeram, dan kurash. Bahkan cabor seperti senam, beach soccer juga tidak bisa main di Porprov, karena Badung tidak ada lawan,” ungkap Made Sutama sedikit kecewa.
“Kami di KONI bersifat menaungi saja, sedangkan yang punya atlet adalah masing-masing cabor, bukan KONI,” pungkasnya.
–
