Mangupura-KONI Badung.-Kurang dari sebulan akan berkompetisi, berbagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025 terus dimatangkan Pengurus Kabupaten Indonesia Woodball Association (IWbA) Badung.
Ketua Umum IWbA Badung, Maryoto Subekti mengatakan, Woodball Badung akan mengirimkan atlet terbaik untuk berlaga di Porprov Bali 2025. Berbagai evaluasi telah ia lakukan bersama tim pelatih, untuk mematangkan persiapan. Dari hasil tes fisik atlet tahap dua yang baru dilaksanakan minggu yang lalu, terlihat peningkatan kondisi fisik yang signifikan jika dibanding hasil tes tahap pertama.
“Saat ini fokusnya pada mental bertanding para atlet kami,” ujar Maryoto disela-sela menemani Tim Woodball Badung melakukan pertandingan persahabatan dengan Tim Woodball Kota Denpasar di Lapangan Kapten Japa, Denpasar, Sabtu (9/7).
Kegiatan yang pagi itu dipantau langsung oleh Plt. Ketua Umum KONI Badung I Ketut Widia Astika, dan bidang data, I Made Wardiyasa, berlangsung 2 hari, tanggal 9 Agustus – 10 Agustus 2025.
Menurutnya, kondisi mental bertanding para atletnya menjadi permasalahan yang utama, usai gagal total mendulang emas pada ajang Porprov Bali 2022 yang lalu. “Pertandingan persahabatan dengan Denpasar ini kami pakai sebagai ajang mengasah mental tanding anak-anak, disamping untuk pengenalan venue pertandingan,” kata Maryoto Subekti.
Seperti diketahui, cabang olahraga woodball pada Porprov Bali 2025 akan dipertandingkan mulai 2 September – 8 September 2025 di Lapangan Kapten Japa, Denpasar.
Sementara itu, Sekretaris sekaligus pelatih woodball Badung, I Gede Putra Mahayudha, secara rinci menjelaskan mengenai atletnya yang terdiri dari 12 orang putra dan 12 orang putri telah dipersiapkan dengan matang dengan melaksanakan TC, berlatih 5 kali dalam seminggu, dengan arahan 4 orang pelatih.
“Kami melakukan latihan rutin 5 kali dalam seminggu. Kami juga meningkatkan fokus pada program perbaikan mental dan strategi, baik secara individu maupun kelompok, untuk memperbaiki fisik, teknik, dan taktik para atlet,” tambah Mahayudha, yang seorang pengajar di SMAN 2 Kuta Selatan itu.
Saat disinggung mengenai target medali, baik Maryoto maupun Mahayudha sepakat untuk minimal bisa meraup 2 medali emasi, dari 14 nomor lomba yang mencakup kategori perorangan, ganda, dan tim.
_
