Menu Close

Giliran Sepak Takraw Badung Uji Tanding ke Semarang

Semarang-Koni Badung,- Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Badung membawa sejumlah atlet untuk melaksanakan try out ke Kota Semarang, Jawa Tengah tanggal 25 – 28 Juli 2025. Langkah ini untuk mematangkan kemampuan para atlet jelang Pekan Olahraga Provinsi Bali (Porprov) Bali pada September mendatang.

Ketua Umum PSTI Kabupaten Badung, I Ketut Martha mengatakan, uji tanding ini dilakukan sebagai bentuk pembinaan dan pematangan atlet sebelum pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025. Sehingga, kata dia, atlet sepak takraw Badung memiliki jiwa petarung yang handal saat berlaga pada ajang olahraga tingkat Provinsi Bali mendatang.

“Pelaksanaan try out ini sangat penting, salah satunya untuk mematangkan skill dan mental atlet,” katanya.

Menurutnya, uji tanding ke Kota Semarang melawan tim sepak takraw PPOLP dan UNS. Anak-anak Gumi Keris Badung melibatkan 12 atlet putra dan 12 atlet putri didampingi pelatih putra I Kadek Ary Anggara dan Komang Aditya Putra serta pelatih putri Gusti Ngurah Dharma Laksana dan I Dewa Putu Hartawan.

“Pembinaan sepak takraw di Semarang sangat bagus, apalagi ada atlet nasional yang sangat memiliki skill dan pengalaman lebih. Hal ini yang bisa dipelajari oleh anak-anak Badung untuk persiapan Porprov Bali 2025,” tukas Martha yang mantan Kasat Pol PP Badung ini.

Kegiatan try out ini merupakan serangkaian dari kegiatan TC yang dilaksanakan oleh KONI Badung. Dia berharap pelaksanaan try out  bisa meningkatkan kemampuan para atlet, utamanya dalam menghadapi Porprov Bali. Martha menargetkan dari cabang olahraga sepak takraw  meraih juara umum. Upaya itu, lanjut Martha, sangat mungkin dicapai karena pada Porprov Bali lalu tim Badung berhasil membawa 3 medali emas. Capaian itu belum mampu mengantarkan sebagai juara umum, karena kalah dari Buleleng yang sukses merebut mahkota juara umum Porprov Bali.

“Tahun ini kami tetap menargetkan bisa meraih juara umum,” harapnya.

Pada Porprov Bali 2025 ini, cabang olahraga sepak takraw diikuti seluruh kabupaten/kota di Bali minus Klungkung dan Karangasem. Nomor yang dipertandingkan adalah nomor tim putra, beregu putra/putri, quadrant putra/putri, tim double event putra/putri, double event putra/ putri.

“Seharusnya ada 10 nomor yang dipertandingkan, namun nomor tim putri terpaksa tidak dipertandingkan karena jumlah peserta tidak memenuhi kuota sebagaimana ketentuan. Akhirnya 9 nomor saja yang ada,” pungkasnya.