Jakarta, Koni Badung-Pengkab Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Badung mengirimkan atlet terbaiknya ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) POBSI 2026. Sebanyak tiga pebiliar Badung ambil bagian dalam ajang yang berlangsung pada 5-11 September 2026 di Pro Billiard Center (PBC), iNews Tower Jakarta.
Pebiliar asal Badung yang membawa nama Bali tersebut yakni Edward Sandjaja Ikhwan, Irwan Limardi, dan I Putu Edi Wirawan.
Dari sejumlah nomor yang telah dimainkan, Edward Sandjaja Ikhwan yang bermain Minggu (6/9), gagal melaju ke quarter-final dan harus mengakui keunggulan pebiliar asal Sumatra Selatan, Arya Anugrah 3-9 pada nomor 9-ball single putra. Sementara pebiliar Irwan Limardi yang bermain sehari sebelumnya, harus mengakui keunggulan Rizky dari Jambi dengan skor 6-9.
Sementara itu, I Putu Edi Wirawan yang turun pada nomor snooker 6R, menjadi atlet Badung sukses sampai babak semifinal. Sayangnya, setelah main Senin (7/9), pebiliar dengan nama beken Edi Kingkong harus mengakui ketangguhan pebiliar asal Jawa Barat, Dhendi Khristanto dengan kedudukan akhir 2-4. Juara di nomor ini akhirnya diraih Yoni Rachmanto dari Jawa Tengah.
Menyikapi kegagalannya melaju ke babak final nomor snooker, Edi mengaku cukup puas dengan perolehan perunggu. “Ini sudah hasil terbaik karena usai PON di Medan, tidak pernah lagi turun di nomor snooker. Jadi saya memang tidak pernah latihan. Selama ini hanya fokus mengikuti berbagai kejuaraan di nomor pool,” ujar Edi Kingkong.
POBSI Badung sendiri menjadikan Kejurnas 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov Bali 2027. Selain mengejar hasil terbaik, pengalaman bertanding menghadapi pebiliar dari berbagai daerah menjadi modal penting dalam proses pembentukan tim Badung menuju Porprov.
Ketua Pelatih POBSI Badung, Welly Soedarno, mengatakan hasil pertandingan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi para atlet. Salah satu hal yang perlu dilakukan atlet ketika tampil di level nasional adalah menyesuaikan diri terlebih dahulu dengan kondisi medan pertandingan, terutama karakter meja yang digunakan. “Evaluasi perlu menyesuaikan diri dulu dengan medan, terutama meja,” kata Welly kepada media ini.
Welly menilai kesempatan tampil menghadapi pemain dengan level tersebut penting bagi perkembangan atlet Badung. Meski sebagian atlet sudah harus mengakhiri perjuangannya, pengalaman dari pertandingan tetap menjadi modal untuk pembenahan ke depan. “Ini semoga menjadi pengalaman berharga dan jam terbang,” imbuhnya.
Dia menekankan, menghadapi pemain dengan kualitas tinggi menuntut atlet Badung tampil lebih konsisten. Kesalahan-kesalahan kecil harus ditekan seminimal mungkin karena dapat menentukan hasil pertandingan. “Main dengan kelas-kelas seperti mereka kita wajib tampil dengan top performa dan seminimal mungkin membuat kesalahan,” tegas Welly.
Usai Kejurnas ini, Edward Sandjaja Ikhwan juga dijadwalkan mewakili Badung pada Japan Open di Jepang, 19-21 September 2026 setelah mendapat undangan langsung dari Japan Professional pocket Billiard Association (JPBA).
