Mangupura, Koni Badung- Sebanyak 134 orang pelatih cabang olahraga (Cabor) Badung sudah dinyatakan lulus dalam uji kompetensi yang dilakukan KONI Badung bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Pelatih Olahraga (LSP-POR).
Ketua Umum KONI Badung I Made Sutama dimintai pendapatnya mengenai antusiasme para pelatih dalam mengikuti uji kompetensi, mengatakan sangat mengapresiasi semangat para pelatihnya dalam mengikuti ujian secara mandiri. “Kami sudah melakukan ujian sertifikasi dalam 2 tahap dan sudah ada 134 orang yang lulus. Targetnya, seluruh pelatih yang akan mendampingi atlet pada Porprov mendatang bersertifikat BNSP,” ujarnya.
“Rencananya tanggal 14 dan 15 November mendatang akan diadakan lagi uji kompetensi bagi pelatih yang belum mengikuti, dan terbuka untuk umum” tambahnya.
Pihaknya berharap melalui kegiatan sertifikasi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata komitmen untuk mendorong pelatih olahraga memiliki kompetensi yang terukur dan sesuai dengan standar profesi. Sertifikasi juga menjadi bagian dari upaya pengembangan profesionalisme pelatih di Badung khususnya, agar mampu menjalankan tugas secara lebih kompeten serta mampu merespon dinamika dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi/ sport science.
“Kalau diumpamakan sertifikasi ini seperti di kedokteran dokter. Mereka itu sudah sarjana S.Ked ya, tetapi belum bisa praktek dokter. Artinya untuk dia akan melakukan praktik itu istilah masih ada izinnya. Ini ada uji kompetensi juga”, ungkapnya.
Made Sutama mengatakan awalnya KONI Badung belum terlalu memahami pentingnya sertifikasi tersebut. Setelah mendapatkan pemahaman mengenai sistem sertifikasi, pihaknya kemudian memutuskan untuk menjadikannya sebagai persyaratan bagi pelatih yang berada di bawah naungan KONI Badung
“Untuk Porprov Bali di Buleleng tahun 2027, kami wajibkan para pelatih bersertifikat BNSP,” tegas pria yang juga menjabat komisaris di BPD Bali tersebut.
Kebijakan KONI Badung tidak hanya diarahkan untuk menghadapi Porprov Bali. Sutama mengatakan sertifikasi juga akan diberlakukan bagi pelatih yang menangani kontingen Badung dalam berbagai kompetisi lainnya. “Semua event. Kejurprov, Kejurnas, atau apa,” katanya. Artinya, pelatih yang belum memenuhi persyaratan sertifikasi tidak akan dilibatkan dalam tim Badung sampai persyaratan tersebut dipenuhi.


