Menu Close

350 Atlet Ramaikan Piala Bupati Badung Dancesport, Jadi Barometer Menuju Porprov Bali

Mangupura, Koni Badung-Sebanyak 350 atlet meramaikan Piala Bupati Badung Dancesport 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, 19-20 September 2026. Tak hanya menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pematangan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027.

Peserta datang dari sejumlah daerah di Bali, seperti Badung, Buleleng, Bangli, Tabanan, Gianyar, Karangasem dan Denpasar. Kejuaraan yang bersifat open tersebut juga diikuti peserta dari Lombok. Hadir Pengurus KONI Badung memberikan dukungan yakni Sekertaris KONI Badung, Ketut Widia Astika, I Made Ananta Wiguna, Gede Yudda Ananta Wijaya.

Ketua Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Kabupaten Badung, Dr. Anak Agung Yuyun Hanura Eny, mengatakan kejuaraan ini menjadi ruang bagi atlet untuk meningkatkan kompetensi dan pengalaman bertanding. Selain mengejar prestasi, kompetisi juga menjadi sarana mempertemukan para pegiat dancesport dari berbagai daerah.

“Di samping untuk meningkatkan kompetensi kita, juga untuk meningkatkan prestasi para atlet. Wadah ini suatu hal yang luar biasa melalui kegiatan Piala Bupati,” ujar Yuyun.

Piala Bupati Badung Dancesport 2026 mempertandingkan sekitar 130 kategori. Pada hari pertama digelar rangkaian tes floor dan zumba, sedangkan hari kedua diisi pertandingan kategori closed dan open.

Banyaknya nomor pertandingan membuat atlet memiliki kesempatan lebih luas untuk menguji kemampuan menghadapi lawan dari daerah lain. Bagi atlet daerah, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi sebelum menghadapi kompetisi yang lebih besar.

Sekretaris Jenderal IODI Pusat, I Made Suparmi, menilai kejuaraan di Badung memiliki posisi penting dalam program pembinaan menuju Porprov Bali 2027.

“Program dari Pengprov dan Pengkab adalah menuju multi event Porprov. Tahun depan sudah ada helatan Porprov. Semua harus berproses,” kata Suparmi.

Menurut Suparmi, penampilan atlet dalam kejuaraan seperti Piala Bupati dapat menjadi salah satu tolok ukur bagi Pengkab/Pengkot dalam memantau perkembangan atlet yang diproyeksikan memperkuat daerah masing-masing pada Porprov.

Dancesport sendiri akan mempertandingkan 21 kategori pada Porprov Bali mendatang. Karena itu, kompetisi sebelum multi-event tersebut menjadi bagian dari proses pemetaan sekaligus evaluasi kesiapan atlet.

“Ini bisa menjadi tolok ukur kalian untuk bisa mewakili kabupaten/kota,” ujarnya.

Suparmi juga menyinggung prestasi atlet Badung di ajang Crystal International Malaysia sekitar sebulan sebelumnya. Atlet Badung yang tampil dalam kompetisi tersebut disebut berhasil membawa pulang medali.

“Semua membawa medali. Itu adalah prestasi yang luar biasa. Mudah-mudahan bisa diikuti oleh kawasan yang lain,” katanya.

Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembinaan dancesport di Bali mulai diarahkan tidak hanya untuk kompetisi antardaerah, tetapi juga menghadapi persaingan di level internasional.

Yuyun berharap Piala Bupati Badung dapat terus berkembang menjadi agenda kompetisi yang memberikan ruang bagi atlet untuk mengasah kemampuan dan menjaga atmosfer pertandingan. Dengan keterlibatan peserta dari berbagai daerah, kejuaraan ini diharapkan turut memperkuat ekosistem dancesport Bali. (DS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *