Mangupura, Koni Badung- Timnas kabaddi Indonesia menjadi penyumbang medali emas ke-80 bagi Kontingen Indonesia pada SEA Games ke-33 Thailand 2025.
Tim kabaddi nomor three star putri yang jadi andalan Merah Putih, tampil gemilang dan meraih medali emas usai mempecundangi Tim Negeri Jiran, Malaysia.
Pada pertandingan yang berlangsung di
Chaloem Phrakiat Sports Operations Center, Universitas Teknologi Rajamangala Rattanakosin (RMUTT) Bangkok, Thailand
tim three star putri yang diperkuat Ni Komang Trisna Arkasari, Ni Made Dwiyani Putri, Alya Virda, Nadine Aristya, dan Oktavia Dela Riska membukukan kemenangan tipis atas Malaysia skor 23-21 untuk memastikan podium teratas.
Medali perak diraih Malaysia, sementara medali perunggu bersama menjadi milik disabet tuan rumah Thailand dan Singapura.
Medali emas di SEA Games kali ini memiliki makna istimewa bagi timnas kabaddi, karena pertama kali keikutsertaan di ajang multi even Asia Tenggara langsung sumbang medali emas.
Bagi Trisna Arkasari dan Dwiyani Putri yang notabene atlet Kabupaten Badung,
Bali, capaian gemilang ini lebih dari sekadar prestasi. Pasalnya, medali emas ini dipersembahkan untuk Ketua Umum KONI Badung, I Made Nariana beserta jajaran yang akan purna tugas di penghujung 2025 ini.
“Medali emas ini saya persembahkan untuk Pak Nariana. Beliau menjadi sumber semangat dalam melakoni pertandingan SEA Games. Walaupun secara fisik tak hadir memberi semangat ke Bangkok, tapi perhatian Beliau terhadap kabaddi menjadi inspirasi dan motivasi bagi tim kabaddi,” ujar Trisna Arkasari diamini Dwiyani Putri.
Ketua Umum Kabaddi Badung, I Kadek Sudharma Hariawan mengapresiasi prestasi ini dan patut dipersembahkan kepada Ketua Umum KONI Badung, I Made Nariana yang punya dedikasi dan perhatian besar terhadap pembinaan kabaddi di Kabupaten Badung.
“Luar biasa perhatian KONI Badung dan jajarannya terhadap perkembangan kabaddi. Atlet yang berprestasi ini buah kerja keras dan perhatian Beliau terhadap kabaddi,” kata Sudharma Hariawan.
Sampai SEA Games ditutup, Timnas Kabaddi Indonesia asal Badung sudah mengumpukan satu medali emas nomor three star putri atas nama Trisna Arkasari dan Dwiyani Putri. Medali perunggu nomor three star putra dipersembahkan oleh Widi Januarta, medali perak nomor super five putra atas nama Rai Suastika, Jaya Guna, Agung Eka Wibawa Dana, dan Dwiki Sanjaya. Medali perak nomor super five putri atas nama Happy Restia Dewi. Sementara medali perak nomor standar kabaddi putra dipersembahkan oleh Rai Suastika, Jaya Guna, Dwiki Sanjaya, Agung Eka Wibawa Dana, dan Widi Januarta.
Sedangkan medali perak nomor standar kabaddi putri disumbangkan oleh Trisna Arkasari, Dwiyani Putri, dan Happy Restia.
Selain atlet tersebut, dua pelatih utama kabaddi Badung juga jadi pelatih timnas kabaddi, yaitu I Putu Rega Padmawan dan I Gusti Ayu Putu Martini bersama Sekjen Kabaddi Indonesia, Maryoto Subekti sebagai koordinator pelatih timnas. Sementara Ketua Umum Kabaddi Badung, I Kadek Sudharma Hariawan diplot sebagai delegasi ofisial timnas kabaddi Indonesia.
“Medali emas ini layak dipersembahkan untuk Pak Nariana dan KONI Badung karena tidak pernah henti mendukung perkembangan kabaddi, tidak saja di Badung, tapi tim Bali bahkan timnas Indonesia,” kata Sekjen Kabaddi Indonesia, Maryoto Subekti.
Menurutnya, tampil di SEA Games ketika bukan kita tuan rumahnya memang masih menjadi tantangan berat selama ini. Sejak SEA Games Singapura 1993, kita tidak pernah lagi berhasil membawa pulang lebih dari 88 emas. Di SEA Games Kamboja sebelumnya, kita hanya bisa mendekati saja dengan jumlah 87 emas. Jika selama ini kita hanya bisa bermimpi kapan kita akan kembali ke masa kejayaan di kancah olahraga Asia Tenggara, inilah saatnya. Kita sudah berhasil lepas dari mimpi buruk selama 32 tahun terakhir saat menjadi peserta tamu SEA Games.
Dan cabor kabaddi yang baru pertama kali ada di SEA Games turut memberi warna prestasi dengan sokongan satu medali emas.
Ia juga berharap catatan positif ini menjadi motivasi pembakar semangat para atlet saat kembali ke pusat pelatihan nasional, guna mempersiapkan diri menuju Asian Games di akhir 2026 dan Olimpiade 2028.
“Tentu catatan sejarah baru dalam keikutsertaan kita di ajang multieven ini tidak hanya berhenti di sini. Kita harus ciptakan lagi sejarah baru dengan pencapaian tersukses di Asian Games mendatang. Sehingga pulang dari Thailand nanti, harus dilakukan evaluasi dengan seksama untuk memetakan kekuatan lawan di pentas Asia, seperti apa proses persiapan yang efektif karena kita hanya punya waktu kurang dari sembilan bulan untuk berlaga di Asian Games. Ini motivasi yang baik untuk melecut para atlet agar terjaga tekad, fokus dan konsentrasinya,” tambah Sudharma Hariawan.

