Mangupura, Koni Badung- Proses penjaringan dan penyaringan bakal calon Ketua Umum KONI Bali periode 2026–2030 resmi dibuka sejak 25 Februari 2026. Namun terpantau hingga hari ketiga, Jumat (27/2), belum satu pun bakal calon mengambil formulir pendaftaran di Sekretariat KONI Bali.
Penjaringan dilakukan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) yang dipimpin Maryoto Subekti, sebagai tahapan menuju Musyawarah Olahraga Provinsi (Musprov) yang akan dilaksanakan 23 Maret 2026 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Denpasar.
Mengenai siapa calon Ketua Umum yang pantas memimpin untuk empat tahun kedepan, Ketua Umum KONI Badung memiliki kriteria tersendiri bagi calon nahkoda KONI Bali tersebut.
Menurutnya, KONI Bali ada dibawah Pemprov Bali, dan Pengurus KONI terpilih nantinya adalah kepanjangan tangan dari Pemprov. Baginya siapa yang layak menjadi Ketum harus sejalan dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali.
“Saya tidak ujug-ujug mendukung si A atau si B, yang pasti Calon Ketum KONI Bali harus sejalan dan mendapat restu dari pemilik KONI, yaitu Gubernur dan Wakil Gubernur,” ujarnya kepada media ini.
“Intinya saya ingin KONI Bali tetap utuh, tidak ada kubu-kubuan. Kalau KONI Bali tidak bagus, maka kabupaten/kota juga akan terdampak. Harapan saya, Ketua Umum bisa terpilih secara aklamasi,” pungkasnya.
Berdasarkan pantauan media ini, ada beberapa nama yang merebak untuk menjadi calon Ketua Umum KONI Bali periode mendatang. Nama-nama yang santer beredar diantaranya Wakil Gubernur Nyoman Giri Prasta, incumbent Gusti Ngurah Oka Darmawan, Sekum Nyoman Yamadhiputra.
Disamping itu juga ada nama Nengah Sukama, tokoh pencak silat Bali asal Tabanan dan terakhir Agung Mahadipta.
Dengan tahapan penjaringan masih berlangsung hingga 3 Maret 2026, dinamika bursa calon Ketua Umum KONI Bali diperkirakan mulai mengerucut menjelang penutupan pengambilan formulir.
